Minggu, 25 Juli 2010

Perkembangan Bahasa Indonesia

2.1 Sumber Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sudah digunakan sebagai lingua franca (bahasa perantara) sejak zaman Sriwijaya. Pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu memiliki berbagai fungsi : sebagai bahasa kebudayaan, bahasa perhubungan antarsuku di Indonesia, bahasa perdagangan, dan bahasa resmi kerajaan.

2.2 Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia perlahan-lahan, tapi pasti, berkembang dan tumbuh terus. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan Sumpah Pemuda. Pernyataan yang ketiga tidak merupakan pengakuan “bebahasa satu”, tetapi merupakan pernyataan tekad kebangsaan yang menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

2.3 Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia?
Ada empat faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut.
1. Bahasa Melayu merupakan bahasa perantara, bahasa perdagangan, dan bahasa perhubungan.
2. Mudah dipelajari. Karena dalam bahasa Melayu tidak ada tingkatan bahasa atau perbedaan bahasa kasar dan halus.
3. Suku-suku di Indonesia dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
4. Bahasa Melayu mempunyai potensi untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas.

2.4 Peristiwa-Peristiwa Penting yang Berkaitan dengan Perkembangan Bahasa Melayu/Indonesia
Sejak tahun 1901 sampai Oktober 2003, bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dengan adanya Kitab Logat Melayu, sastrawan yang disebut dengan Pujangga Muda, dan akhirnya sampai pada Kongres Bahasa Indonesia VIII yang mengukuhkan tentang adanya Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Indonesia.

2.5 Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Bahasa Indonesia mempunyai dua macam kedudukan. Pertama, berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928; kedua, sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan fungsinya ialah sebagai bahasa media massa.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki bermacam-macam fungsi. Pertama, sebagai lambang kebanggan bangsa; kedua, sebagai lambang identitas nasional; ketiga, sebagai alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya; keempat, sebagai alat untuk mempersatukan berbagai suku di Indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut.
1. Sebagai bahasa resmi kenegaraan.
2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.
3. Alat perhubungan tingkat nasional.
4. Alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar